1.
Apakah masalah
yang dihadapi oleh RSUD ?
Masalah yang
dihadapi pihak RSUD ialah banyaknya keluhan dari masyarat/pasien yang masih
merasa tidak puas atas kualitas pelayanan
yang khususnya pada bagian keperawatan.
2.
Bagaimana cara
menyelesaikan masalah tesebut ?
Dari
permasalahan yang dihadapai pihak RSUD tersebut cara menyelesaikannya yaitu
dengan cara pihak RSUD harus meningkatkan kualitas pelayanannya lebih baik lagi
terlebih khusus di bagian keperawatan agar kualitas dari rumah sakit tersebut
bisa terjamin serta pada bagian keperawatan harusnya memiliki pengalaman yang
jauh lebih baik karena tumpuan semua kegiatan yang ada dirumah sakit mereka
yang menangainya, oleh karena itu seorang perawat harus bisa melakukan kerja
sama antar perawat supaya kualitas pelayanan bisa maksimal.
1.
Gaya
kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo ?
Gaya yang
digunakan Haryoto ialah gaya kepemimpinan secara otoriter, otoriter sendiri
merupakan gaya yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari
dirinya sendiri secara penuh. Jadi, bawahan harus selalu menuruti apapun
perintah dari pemimpin tersebut.
2.
Konsekuensi apa,
bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya ?
Jika tidak dirubah maka Hartoyo dapat diturunkan
dari jabatannya sekarang seorang manajer produksi dari perusahaannya, karena
banyak dari karyawan pada bagian produksi yang dipimpinnya banyak mengeluh atas
gaya kepemimpinannya yang ia gunakan. Karena tidak sepatutnya gaya kepemimpinan
saat ia menjadi tentara dibawa kedalam dunia perusahaan, yang dibutuhkan dalam
dunia perusahaan ialah seorang pemimpin seperti Hartoyo harusnya memiliki sifat
yang demokratis dengan bawahannya supaya bisa bekerja sama dengan baik agar
mendapatkan suasana yang nyaman namun serius dalam bekerja dan bisa
meningkatkan semangat kerja para karyawan yang dipimpinnya
1. contoh kasus komunikasi
1.Contoh
Kasus Gagalnya Komunikasi
Komunikasi
merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan. Dalam kehidupansehari-hari,
seseorang tidak bisa terlepas dari komunikasi. Komunikasi adalah
pertukaraninformasi antara dua individu atau lebih yang bertujuan untuk memberi
dan menerima informasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan lisan maupun isyarat.
Namun, seringkalikomunikasi dapat mengakibatkan konflik antara individu maupun
kelompok yang bersangkutan.Sebagai contoh kesalahan komunikasi dalam
organisasi pemuda desa atau sering disebut organisasi Karang Taruna. Organisasi
yang beranggotakan pemuda ini, sering mengadakan rapat rutin untuk membahas
rencana-rencana maupun membahas suatu kegiatan yang dilakukan maupun yang akan
dilakukan. Rapat rutin yang biasa diadakan setiap bulansekali, pastilah ada
komunikasi didalamnya saat rapat tiba. Pembahasan-pembahasan
atau pendapat dari seseorang tertentu harus benarbenar diperhatikan. Tak sedikit yang bisa kita jumpai, konflik
-
konflik yang menimpa anggota karang taruna hanya diakibatkan dari
komunikasi yang belum tertata dengan baik dan kesalah pahaman dalam
menerima informasi.Didalam rapat rutin karang taruna, membahas juga
beberapa masalah dalam lingkungan yang harus diselesaikan. Seorang ketua karang
taruna akan menginformasikan masalah-masalah atau bahan pembahasan dalam rapat
itu dan membutuhkan tanggapan
atau pendapat dari anggota. Tak jarang komunikasi untuk berpendapat maupun menerima pendapat menimbulkan masalah tersendiri dikalangan antar individu maupun dengan
anggota-anggota yang lainnya. Ada beberapa kata atau kalimat yang sering
diucapkan namunter kesan memaksa. Jadi anggota yang lainnya merasa ada sebuah
keterpaksaan yang harus
dilaksanakan.
Misalkan dalam bahasa jawa seseorang sering berkata “pokok’e” atau“pokoknya”.
Kata - kata itu kesannya memaksakan kehendak, dan mengakibatkan anggota yang
lain tidak enak untuk mendengarkan pembicaraannya yang lain. Bila seseorang
tidak bisa menerima pendapat yang juga kurang bisa
dikemas dengan baik itu, maka orang itu jugaakan merespon tanggapan
itu dengan nada-nada yang tidak enak didengar.
Seringkali pembicaraan jadi sangat memanas saat anggota lain menanggapinya
dengan emosi. Namun,ketika hal itu terjadi akan ada peringatan dari
anggota yang lainnya yang mungkin bias diredakan. Ada juga seseorang yang
karena emosinya terlalu tinggi dan menciptakan komunikasi atau pembicaraan yang
tidak pantas untuk diucapkan, ia akan dibawa teman-temannya kuluar dari rapat.
Bisa juga orang itu yang malah langsung meninggalkan rapat dengan meninggalkan
kata-katanya yang mengandung emosi tinggi.
Konflik
komunikasi tersebut tidak hanya akan terjadi selama rapat, namun
akan berturut-turut bermasalah dengan lawan bicara dalam rapat tersebut. Entah beberapa hari,minggu,
maupun hitungan bulan. Mereka akan saling diam, tidak melihat dan
menganggaptidak ada seseorang yang berkonflik dengan orang itu dengan memasang
muka wajah yangsengit. Bila tidak ada pihak yang mengalah, maka tidak ada
perdamaian didalamnya. Itulah masalah akibat berkomunikasi yang kurang efektif
dan kesalah pahaman yang sering dialamioleh rapat rutin karang taruna yang
seharusnya bertujuan bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
2.Analisa Kasus
Ada
banyak faktor yang melatarbelakangi kesalahan dalam berkomunikasi
baikmengemukakan pendapat maupun menerima pendapat. Beberapa analisa yang dapat
diambilyaitu :
1.Perbedaan
pendirian dan perasaan antar individuSetiap orang memiliki pendirian dan
perasaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut terhadap suatu hal dalam
lingkungan dapat menimbulkan konflik sosial.
2.Perbedaan
latar belakang setiap individu Latar belakang setiap individu berbeda-beda. Ada
yang hidup dalam keluarga miskin maupun kaya. Ada yang hidup dalam keluarga
berpendidikan, dan lain sebagainya. Latar belakang itulah yang dapat
membawakan perasaan yang memicu konflik.
3.Perbedaan
sifat dan watak Sifat dan watak memang bawaan dari kelahiran seseorang dan
berbeda-beda dengan individu yang lain. Itu tidak bisa diubah, namun bisa
disikapi dengan baik, agar tidak menimbulkan konflik.
4.Mengemukakan
pendapat yang kurang bisa dikemas dengan komunikasi yang baik Komunikasi
yang kurang dikemas dengan baik dan belum tertata, dapat memicu konflik yang
bermula dari kesalah pahaman saja.
5.Kurangnya
pengetahuan Kurangnya pengetahuan akan topik bahasan maupun pengetahuan tentang
berkomunikasi dengan baik, dapat menimbulkan salah paham dan konflik bila tidak
berhati-hati dengan apa yang diucapkan dan menangkap informasi yang kurang
jelas.
6.
Menanggapi tanggapan yang disertai emosi atau kontrol emosi yang kurang baik Kontrol
emosi sangat penting dalam musyawarah, apalagi dalam menghadapi banyakorang.
Tidak setiap orang mudah mengontrol emosinya. Suatu tanggapan yang
disertaiemosi inilah yang dapat memicu banyak konflik.
3.
Solusi Yang Dapat Diberikan
Banyak
solusi yang bisa diberikan dari kegagalan berkomunikasi dalam rapat atau musyawarah
ini. Baik saat konflik terjadi langsung bisa diselesaikan, maupun
dengantahapan-tahapan.
1.Menciptakan
suasana kondusif dan santai dalam musyawarah. Tidak ada ketegangansuasana dan
sedikit menciptakan suasana lucu atau lelucon. Hal ini akan membawa keyamanan
disetiap anggotanya dan akan santai mengikuti musyawah dengan baik.
2.Tidak
memaksakan kehendak dikalangan individu. Mampu menghargai dan menerima pendapat orang lain, yang kemudian akan dipertimbangkan bersama-sama dalam
musyawarah tersebut untuk mencapai hasil yang terbaik.
3.
Memiliki sikap perhatian antar individu. Bisa mengerti perasaan orang
lain, misalkan “jika aku menjadi dia dan jika dia menjadi aku”. Saling
menyadari perbedaan perasaan satu sama
lain.
4.Mengerti
sifat dan watak orang lain, agar kita mampu menyikapinya dengan baik.
5. Mampu mengontrol emosi dengan baik. Sabar
dalam menerima pendapat yang mungkin kurang berkenan. Menanggapi dengan emosi
tidak menyelesaikan masalah, namun hanya akan menimbulkan masalah lagi.
6.Memperjelas
dan mempertegas suatu informasi yang mungkin kurang bisa dipahami oleh anggota
yang lainnya. Sedapat mungkin dijelaskan dengan baik, sabar, dan meyakinkan individu
yang lain.
7. Jika ada konflik antar individu didalamnya
dapat diselesaikan dengan pihak ketiga,
atau bantuan dari teman-teman anggota. Dapat mengadakan forum kembali untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada anggotanya.
8.Memotivasi
orang lain dengan dorongan-dorongan yang akan menguatkan dia saat menghadapi
masalah dengan lawan bicara.
2. Kasus teamwork
A. Pengertian Teamwork
Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim
merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi
serta berkomitmen untuk mencapai misi
yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama.
untuk membentuk team work yang tangguh diperlukan
syarat-syarat berikut:
·
VISI DAN MISI.
Semua orang yang terlibat dalam Team Work harus benar - benar
memahami dan mengerti dengan baik Visi dan Misi organisasi. Jika kondisi ini
telah terpenuhi, selain akan menghilangkan sikap curiga / tidak percaya maka
tujuan yang ingin dicapai akan semakain mudah direalisasikan karena semuanya
telah terfokuskan / terkonsentrasikan dengan baik pada target / goal yang ingin
dicapai. "If you chase two rabbits, both will escape" Chinese
Proverb.
·
SALING PERCAYA.
Siapapun yang terlibat dalam suatu Team Work, harus mau
membuka diri / transparan. Yang namanya rahasia, sedini mungkin disirnakan.
Setiap permasalahan yang timbul, setiap orang dalam Team Work akan berusaha
seoptimal mungkin memberikan solusi pemecahan. Jika senang akan sama - sama
dinikmati dan begitu juga sebaliknya, jika susah akan sama - sama dipikul.
"We make a living by what we get, we make a life by what we give"
Winston Churchill.
·
KESATUAN.
Selalu tekankan dalam Team Work bahwa kita adalah satu
kesatuan yang tidak terpisahkan. Ibarat sapu lidi. Jika bersatu akan memberikan
manfaat tetapi jika dipisahkan, manfaatnya akan sirna. Ketika ada yang sakit
maka spontanitas semua yang terlibat dalam Team Work juga akan merasakannya dan
berusaha menyembuhkannya. "If anything goes bad, I did it. If anything
goes semi - good, we did it. If anything goes real good, then you did it.
That's all it takes to get people to win football games for you" Paul
"Bear" Bryant
·
SALING
MENGHORMATI.
Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak
terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan
peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis
dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika
dibandingkan dengan si D, E atau F. Didasarkan oleh kondisi ini maka siapapun
yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai.
"Coming together is a beginning, staying together is progress, and working
together is success" Henry Ford
·
POSITIVE
THINKING.
Ini adalah salah satu hal fundamental yang harus dimiliki
dalam Team Work, yang menilai / menvonis baik tidaknya diri seseorang adalah
didasarkan oleh apa yang dia kontribusikan dan bukan semata - mata hanya oleh
penampilan luar. "A positive attitude brings strength, energy and
initiative" Remez Sasson
·
KERJASAMA.
Karena ini adalah untuk kepentingan bersama maka sudah
seyogianya bentuk dari kerjasama yang diberikan adalah kerjasama yang tulus dan
ikhlas serta tanpa adanya niat - niat terselubung. "A successful team
beats with one heart" Unknown
·
RELA BERKORBAN.
Makna dari rela berkorban adalah selain korban dalam bentuk
materi tetapi juga waktu dan perasaan. Wujud nyata dari rela berkorban ini juga
harus tulus dan ikhlas serta tanpa pamrih adanya. Motivasi utama dari perbuatan
mulia ini adalah demi kesuksesan bersama dalam suatu team Work.
"Individuals play the game, but teams beat the odds" SEAL Team
saying.
·
TANTANGAN DAN
RINTANGAN.
Kembali,
apapun tantangan dan rintangan yang timbul, semuanya akans selalu bersatu padu
dalam menanganinya. Tidak seorangpun akan dibiarkan menderita / bahagia
sendirian. Semuanya akan selalu dirasakan bersama - sama. "If all my
friends were to jump off a bridge, I wouldn't jump with them, I'd be at the
bottom to catch them. Everyone hears what you say. Friends listen to what you
say. Best friends listen to what you don't say" Tim McGraw.
Dengan dimilikinya Team Work yang tangguh maka apapun yang telah direncanakan akan semakin mudah direalisasikan. "There are three ways to get something done: do it yourself, employ someone, or forbid your children to do it" Monta Crane
Dengan dimilikinya Team Work yang tangguh maka apapun yang telah direncanakan akan semakin mudah direalisasikan. "There are three ways to get something done: do it yourself, employ someone, or forbid your children to do it" Monta Crane
B.
Contoh nyata dari Teamwork yang sukses dalam bisnis dan apa yang mereka lakukan
Google
, Inc adalah sebuah perusahaan publik di bursa saham NASDAQ . Perusahaan ini
didirikan pada tahun 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin .
Besar
teamwork dimulai dengan visi yang jelas dan budaya yang tepat . Apa Google ,
Inc dimulai dengan adalah visi mereka tentang informasi yang jelas kepada dunia
. Menjaga dengan visi memberikan orang berarti apa yang mereka lakukan . Dengan
tidak adanya visi , mengapa melakukan apa-apa , mengapa bekerja di Google Inc ?
Saya percaya orang perlu memiliki makna dalam hidup mereka dan berusaha untuk
mendapatkan makna sehari-hari . Selain itu, Google Inc senilai budaya dan
bahkan memulai Budaya Chief Officer untuk mengembangkan dan memelihara budaya
untuk menjaga nilai-nilai inti perusahaan . Google Inc memiliki mereka "
Googleplex " . Ini adalah kantor utama yang memiliki kamar latihan , video
game , bobot , mesin dayung , dan berjalan pada daftar . Mereka bahkan
menyediakan makanan gratis 24/7 bagi karyawan mereka .
Anda
mungkin bertanya pada diri sendiri , apa ini harus dilakukan dengan kerja sama
tim . Mereka membangun budaya mereka melihat akan membantu mengubah dunia
dengan cara yang positif . Google Inc dibangun di atas kekuatan dari tim mereka
. Tim mereka bahkan memiliki nama untuk diri mereka sendiri , yang "
Googler " . Berapa banyak tim olahraga Anda tahu bahwa tidak punya nama?
Tidak ada yang dapat saya pikirkan dan saya tidak ingin bermain untuk tim tanpa
nama . Ini bukan bisnis jenis individu. Setiap anggota tim memiliki tempat
mereka . Apa ini memberitahu saya adalah bahwa Google Inc mengerti bahwa tim
mereka adalah kunci keberhasilan mereka . Itulah mengapa mereka memberikan
kembali kepada masing-masing anggota tim mereka sesuai paragraf sebelumnya .
Untuk memiliki tim yang hebat dan kerja sama tim yang sangat baik , Anda
membutuhkan visi besar yang dipercaya dan diinginkan untuk orang-orang .
Kemudian Anda perlu untuk mendapatkan orang yang tepat di tempat tinggal visi .
Kepemimpinan di Google Inc kuat dan adalah murid-murid dari visi . Bila Anda
memiliki itu, Anda memiliki tim . Bahkan dengan Google , Inc membuat miliaran
dan miliaran dolar , mereka masih tetap ke akar visi dan budaya dengan
memungkinkan tim untuk menjadi inovatif dan kreatif dalam aktivitas kerja
sehari-hari. Tim besar yang dibangun pada premis ini dan itulah sebabnya
orang-orang hebat dari seluruh keinginan dunia untuk bagian dari tim Google Inc
.
Contoh kepemimpinan
CONTOH KASUS KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
(MANAJEMEN)
Kasus : Hartoyo sebagai Manajer
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat
menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan.
Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentar. Semangat kerja
departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari
karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya kepada Drs. Abdul
Hakim, AK, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat
kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Halim menjawab bahwa dia
telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para
karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang
dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat
semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk
berbuat seperti itu.”
Pertanyaan kasus :
1. Gaya kepemimpinan macam apa yang
digunakan oleh Hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan
motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu di tentara.
Jawab :
Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh hartoyo adalah gaya kepemimpinan otoriter,
yaitu gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang
diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otoriter ini,
pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran
apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu
sasaran utama maupun sasaran minornya.
·
Keuntungan
dalam menggunakan gaya kepemimpinan otoriter: Bawahan tidak perlu
memikirkan apapun, bawahan cukup melaksanakan apa yang diputuskan
dari pemimpin.
·
Kelemahan
dalam menggunakan gaya kepemimpinan otoriter : Semua aspek kegiatan dalam
perusahaan dikendalikan oleh pemimpin, sehingga apabila ada suatu masalah dalam
perusahaan tersebut semuanya hanya tergantung pada pimimpin dan bawahan tidak
boleh ikut campur dalam pengambilan keputusan. Sehingga kurang adanya kerjasama
dalam perusahaan tersebut.
Pebandingan motivasi bawahan Hartoyo sekarang dan dulu sewaktu di
tentara:
Dalam membangun sebuah perusahaan diperlukan kerjasama antara pemimpin
dengan bawahan. Sehingga bawahan hartoyo yang sekarang ingin ikut dalam
membangun perusahaan tersebut secara bersama-sama agar tercapainya
sebuah tujuan. Sedangkan bawahan hartoyo sewaktu di tentara merupakan anggota
yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi. Sehingga mereka
membutuhkan gaya kepemimpinan yang otoriter.
2. Konsekuensinya apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya
kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?
Jawab :
Apabila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya perusahaan
tersebut dapatmengalami gulung tikar, apabila seorang pimimpin
hanya mengutamakan keputusan sendiri tanpa menerima saran dari bawahan.
Saran saya, sebaiknya Hartoyo dapat merubah
gaya kepemimpinan otoriternya dengan gaya kepemimpinan demokrastis,
yaitu gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan.
Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang
utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi
tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Pada kepemimpinan
demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini
seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang
cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu,
anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi
dengan komitmen yang bervariasi. Sehingga Hartoyo akan mudah untuk mencapai
tujuan perusahaannya apabila merubah gaya kepemimpinannya dengan gaya
kepemimpinan demokratis .
3. rangkuman
- desain dan struktur organisasi
Pengertian
Struktur dan Desain Organisasi
Struktur
adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah
berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan. Struktur
Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi
yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai
tujuan.Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi,
dikelompok- kan, dan dikoordinasikan secara formal.Struktur organisasi ialah
susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi.
Selain
memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi.
desain
organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan
keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan,
dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih
ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.
- Dimensi struktur organisasi
A.
DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
Empat
desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian
departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para
peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai
hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya.
Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan
kerumitan.
1.Formalisasi
2. sentralisasi
3. kerumitan
B.
DEPARTEMENTALISASI
Departementalisasi
adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa
bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks
C.
MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
1. Desain Organisasi Mekanistik.
2. Desain Organisasi Organik
D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.
- Departemlisasi
1. Pengertian Departementalisasi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks
2. Departementalisasi Fungsional
Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks
2. Departementalisasi Fungsional
Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.
Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
3 . Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.
Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.
Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
1. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat.
2. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
3. Tempat latihan yang baik bagi para manager strategik.
Kelemahah-kelemahan sturktur divisional secara lebih terperinci :
1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
Perusahaan yang melekukan departentalisasi diuntungkan dengan pembagian control dan koordinasi pada perusahaan tersebut. Wilayah kekuasaan dan tanggung jawab dipersempit sehingga untuk memimpinnya menjadi lebih mudah
- Model-model desain organisasi
Model organisasi mekanistik
yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan sarana terbaik untuk
mendayagunakan tenaga individu dan kelompok.
Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus
dikelompokkan berdasarkan keahlian.
Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab yaitu manager harus
mendapat pendelegasian wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab
yang dibebankan kepadanya.
Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan
ketiga prinsip sebelumnya adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat
wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar
adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.
Birokrasi mempunyai berbagai
arti. Secara tradiusional istilah ini mengacu pada konsep ilmu politik tentang
pemerintahan. Akan tetapi menurut Max Weber struktur birokratik ialah struktur
yang lebih unggul bila dibandingkan dengan struktur lainnya Weber yakin bahwa
untuk mencapai manfaat desain birokratik secara maksimum harus memiliki
karakteristik berikut yaitu :
Semua tugas dibagi-bagi menjadi pekerjaan yang sangat
dispesialisasi.
Setiap tugas dilaksanakan menurut sistem pengaturan abstrak
guna menjamin keseragaman dan koordinasi berbagai tugas yang berbeda.
Setiap anggota atau kantor organisasi hanya bertanggung
jawab atas prestasi kerja kepada satu manajer.
Setiap pegawai organisasi berhubungan dengan pegawai lain
dan para klien secra impersonal dan formal.
Pekerjaan dalam organisasi birokratik didasarkan atas
kualifikasi teknis dan terlindung dari pemberhentian secarab sewenang-wenang.
Model mekanistik sangat efisien karena karakteristik
strukturnya. Model ini sangat kompleks karena menekankan pada spesialisasi
kerja, sangat disentralisasikan karena menekankan wewenang dan tanggung jawab,
sangat formal karena menekankan fungsi sebagai dasar utama departementalisasi.
Karakteristik dan praktek organisasi ini mendasari model organisasi yang
diterapkan secara luas. Namun, model mekanistik bukan satu-satunya model yang
diterapkan.
2. Model Organik
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.
Desain organisasi yang menimbulkan rasa berharga dan motivasi serta mempermudah keluwesan dan keadaptasian biasanya memiliki karakteristik berikut :
Desain itu relative sederhana karena tidak memerlukan spesialisasi, melainkan menekankan kepada peningkatan cakupan pekerjaan.
Desain itu relative didesentralisasikan karena menekankan pendelegasian wewenang dan peningkatan kedalaman pekerjaan.
Dan relatife formal sebab menekankan produk dan pelanggan sebagai dasar departemensi.
Tabel Perbedaan Model Mekanistik dan Organik
2. Model Organik
Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.
Desain organisasi yang menimbulkan rasa berharga dan motivasi serta mempermudah keluwesan dan keadaptasian biasanya memiliki karakteristik berikut :
Desain itu relative sederhana karena tidak memerlukan spesialisasi, melainkan menekankan kepada peningkatan cakupan pekerjaan.
Desain itu relative didesentralisasikan karena menekankan pendelegasian wewenang dan peningkatan kedalaman pekerjaan.
Dan relatife formal sebab menekankan produk dan pelanggan sebagai dasar departemensi.
Tabel Perbedaan Model Mekanistik dan Organik
|
No
|
Struktur Model Mekanistik
|
Struktur Model Organik
|
|
1.
|
Proses kepemimpinan tidak mencakup
persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan. Bawahan merasa tidak bebas
mendiskusikan masalah dengan atasan
|
Proses kepemimpinan mencakup
persepsi tentang keyakina dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam
segala persoalan. Bawahan merasa bebas mendiskusikan masalah dengan atasan.
|
|
2.
|
Proses motivasi hanya menyadap
motif fisik, rasa aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
|
Proses motivasi berusaha
menimbulkan motivasi melalui metode partisipasi.
|
|
3.
|
Proses komunikasi berlangsung
sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah cenderung terganggu,
tidak akurat, dan dipandang dengan rasa curiga.
|
Proses komunikasi berlangsung
sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secra bebas keseluruh organisasi
yaitu ke atas, kebawah dan kesamping.
|
|
4.
|
Proses interaksi bersifat tertutup
dan terbatas
|
Proses interaksi bersifat terbuka
dan ekstensif.
|
|
5.
|
Proses pengambilan keputusan hanya
terjadi di tingkat puncak
|
Proses pengambilan keputusan
dilaksanakan di semua tingkatanmelalui proses kelompok.
|
|
6.
|
Proses penyusunan tujuan dilakukan
di tingkat puncak organisasi tanpa mendorong adanya partisipasi.
|
Proses penyusunan tujuan mendorong
timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi
|
|
7.
|
Proses kendali dipusatkan dan
menekankan upaya memperhalus kesalahan atas kekeliruan yang terjadi.
|
Proses kendali menyebar ke
seluruh organisasi dan menekankan pemecahan masalah dan pengendalian
diri sendiri.
|
Implikasi memanageral desain dan struktur organisasi
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas
didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah
kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu
organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut.
itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur
organisasi.
Daftar pustaka
Tiada ulasan:
Catat Ulasan