Jumaat, 9 Januari 2015

HIV/AIDS


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.
Selain itu AIDS juga dapat menimbulkan penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi mental. Mungkin kita sering mendapat informasi melalui media cetak, elektronik, ataupun seminar-seminar, tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap penyakit AIDS. Dari segi fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara langsung karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi dari segi mental, orang yang mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan merasakan penderitaan batin yang berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa masalah AIDS adalah suatu masalah besar dari kehidupan kita semua.

B.Perumusan Masalah
1.Bagaimanakah dampak HIV/AIDS bagi kehidupan ?
2.Bagaimanakah perlindungan hukum dan HAM terhadap pengidap HIV/AIDS?

BAB II
PEMBAHASAN

A. DAMPAK HIV/AIDS BAGI KEHIDUPAN

          Akibat yang ditimbulkan HIV di dalam lingkungan juga termasuk dampak di kalangan rumah tangga. Pada umumnya, penderita HIV-AIDS tidak dapat melakukan pekerjaannya secara maksimal, atau bahkan harus kehilangan pekerjaan karena kondisi fisiknya yang kurang baik, sehingga mereka berpotensi kehilangan pendapatan. Di samping itu mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perawatan medis, sehingga untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut, beberapa di antara penderita harus mengalihkan anggaran dari pos pengeluaran lainnya, seperti anggaran pendidikan . Hal ini berdampak pada penurunan kualitas kehidupan rumah tangga dengan pasien HIV-AIDS.
Selain itu juga terdapat dampak psikososial yang dapat ditemukan pada pasien HIV/AIDS. Ketika seseorang diberitahukan bahwa hasil tes HIV-nya positif, mereka dikonfrontasikan pada kenyataan bahwa mereka berhadapan dengan suatu keadaan terminal. Kenyataan ini akan memunculkan perasaan shock, penyangkalan, tidak percaya, depresi, kesepian, rasa tak berpengharapan, duka, marah, dan takut. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan dan depresi.


B.PERLINDUNGAN HAM UNTUK PENGIDAP HIV/AIDS

         Orang Dengan HIV/AIDS atau disingkat ODHA adalah istilah yang digunakan bagi penderita penyakit mematikan menular seksual HIV/AIDS. HIV/AIDS disebut penyakit menular seksual disebabkan penularan awal dan yang paling banyak memang diakibatkan dari aktivitas tersebut. Para ODHA itu diingkari haknya untuk memperoleh pekerjaan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta hak mereka untuk menikah dan membentuk keluarga. Bahkan ODHA dibunuh karena serum-positive status. Pelanggaran HAM ODHA itu dengan sendirinya menambah dampak negatif wabah tersebut.
Dalam pasal 4 UU Kesehatan No. 36/2009 dinyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. Permasalahan HIV dan AIDS sangat terkait dengan hak atas kesehatan. Hak atas kesehatan adalah aset utama keberadaan umat manusia karena terkait dengan kepastian akan adanya pemenuhan atas hak yang lain, seperti pendidikan dan pekerjaan
Sistim Hukum Dalam Perlindungan Hak Pengidap HIV/AIDS", perlindungan hak pengidap HIV/AIDS pada kenyataan belum sepenuhnya memenuhi nilai-nilai hak asasi kemanusiaan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perilaku aparat pelaksana yang terkait dengan perlindungan pengidap HIV/AIDS, misalnya di Rumah Sakit dan Lembaga Pemasyarakatan. Aparat pelaksana di dua lembaga tersebut cenderung bersifat diskriminatif terhadap para pengidap HIV/AIDS. Banyak terjadi kasus di Rumah Sakit pengidap HIV/AIDS tidak mendapat pelayanan kesehatan dengan baik, bahkan hingga terjadi penolakan perawatan. Penolakan ini dengan berbagai argumentasi, seperti keterbatasan fasilitas kesehatan dan alasan lain yang memberi kesan pihak Rumah Sakit tidak mau melakukan perawatan. Perlindungan terhadap hak pengidap HIV/AIDS semestinya tercermin pada substansi peraturan dan perilaku aparat pelaksana di Rumah Sakit dan Lembaga Pemasyarakatan.


BAB III
TANGGAPAN DAN PENUTUP

        HIV/AID merupakan penyakit berbahaya dan menular, untuk itu kita harus waspada jika ada virus ini dilingkungan kita. Lantas, apakah harus kita bertindak diskriminasi pada penderitanya?. Para ODHA juga mempunyai  hak terhadap kesehatan dan hak untuk bebas dari diskriminasi. Akan tetapi jalan keluar dari masalah diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS ini jauh lebih kompleks dan sulit. Pada banyak kasus, penderita akhirnya bisa berdamai dengan kenyataan bahwa mereka memang mengidap HIV dan mungkin akan meninggal dengan dan karena AIDS. Akan tetapi penderitaan yang lebih parah justru dialami karena adanya stereotype yang dikenakan kepada mereka. Orang terinfeksi sering kali dihubungkan dengan orang terkutuk (amoral) karena perilakunya yang menyimpang dan memang harus menanggung penderitaan sebagai karma atas dosa-dosanya. Tidak hanya dalam bentuk stereotip tetapi di banyak tempat ditemukan pula berbagai pelanggaran HAM berupa stigmatisasi dan diskriminasi, bahkan juga penganiayaan dan penyiksaan. Berbagai pelanggaran HAM dan hukum sebagai yang tergambar di atas pada akhirnya merupakan fakta sosial yang menjadi bagian dari penderitaan orang terinfeksi bahkan merupakan penyebab sekunder/non medis bagi kematian mereka. Untuk itu perlakukanlah ODHA sebagaimana orang lainnya, karena mereka juga mempunyai Hak seperti orang lain. Bila mana kita mengetahui ada seseorang yang menderita penyakit HIV/AIDS sebaiknya tidak berlaku diskriminasi padanya, dan dirahasiakan dari orang lain agar tidak juga terjadi tindak diskriminasi.

Referensi:
http://sudarianto.wordpress.com/2011/06/10/penyebab-gejala-dan-akibat-penularan-hiv-aids/
http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
http://bangeud.blogspot.com/2012/06/hak-asasi-manusia-untuk-penderita.html
http://artikelkesehatanwanita.com/akibat-yang-ditimbulkan-hiv-di-dalam-lingkungan.html
http://www.psikologizone.com/dampak-psikologis-hiv-aids/065111022

Tiada ulasan:

Catat Ulasan